Teropong

Feature

Infografik

Opini

Visual

Anda lagi di

Ada apa dengan B Channel?

B Channel, sebuah stasiun televisi yang berawal dari TV lokal Jakarta, lalu menjadi TV nasional berjaringan. Mengudara di channel 23 UHF di Jakarta dan di beberapa daerah melalui TV lokal anggota jaringan B Channel Network, B Channel hadir sebagai stasiun televisi yang "beda daripada yang lain". Beda karena (dulu) kebanyakan program-programnya berisi program yang inspiratif, sesuai slogannya waktu dulu dan sekarang, Inspirasi Keluarga Anda dan Inspirasi Anda. Siapa yang tak kenal kartun Shaun the Sheep, Tintin, dan Timmy Time, yang mewarnai tas, buku, meja tulis kecil anak-anak? Semua kartun itu ditayangkan di B Channel. Lalu apakah Anda tahu program Galeri, program soft news yang hadir setiap hari jam 11 siang. Dan salah satu presenternya adalah Sheila Purnama, itu loh yang sekarang jadi presenter sportnya tvOne. Masa secantik itu ga kenal sih :p . Lalu apakah anda tahu drama seri Early Edition dan Lie to Me? Dulu B Channel juga menayangkannya. Dan terakhir, Anda tahu serial komedi tahun 80an yang sempat ditayangkan di B Channel, seperti Family Ties, The Cosby Show, dan Full House?

Nah akhir-akhir ini, kita melihat perubahan drastis yang dialami oleh Televisi Inspirasi Anda ini. Pertama, tiba-tiba di B Channel ada program infotainment, yaitu Xtra Seleb dan Eksis +. Kedua, beberapa program-program unggulan B Channel seperti Kera Sakti, dan program lainnya seketika menghilang dan diganti oleh FTV yang bintang utamanya adalah Shandy Aulia. Ketiga, sejak beberapa minggu sebelum Pemilu Legislatif, B Channel menghadirkan program hard news, yaitu Indonesia Menentukan dan Lensa Sore. Padahal dulu B Channel punya program soft news, yaitu Galeri. Dan pernah menayangkan hard news, walaupun hanya sebagai segmen di talkshow Ngopi (Ngobrol Pagi). Bahkan, tak tanggung-tanggung, B Channel mendatangkan presenter news yang sudah kita kenal di TV nasional, Cheryl Tanzil dan Prabu Revolusi. Keempat, untuk pertama kalinya B Channel "ikut-ikutan" melaksanakan quick qount saat Pemilu Legislatif 9 April lalu. Semua hal tersebut meruncing menjadi satu benang merah, tidak konsistennya B Channel terhadap slogan dan visi misinya sebagai "Televisi Inspirasi Anda". Ditambah lagi, jumlah iklan di B Channel semakin bertambah, tidak seperti dulu yang seperti miskin iklan namun diganti dengan quotes-quotes ala B Channel. Untuk poin terakhir ini bisa dibilang kemajuan B Channel saat ini.

Dan yang sekarang sedang hangat-hangatnya, ada countdown "sekian hari lagi" di siaran B Channel. Countdown ini menunjukkan tanggal 3 Mei 2014. Mmmh, ini mengingatkan saya dengan countdown di siaran Spacetoon Indonesia sebelum siaran terestrialnya "diambilalih" oleh NET. Lalu ada kuis "Menuju Grand Launching Langit Rajawali" yang hadir dengan pertanyaan kuisnya yang berkaitan dengan tayangan B Channel. Selain itu, iklan yang ditampilkan B Channel akhir-akhir ini lebih sering memunculkan warna ungu daripada warna logonya, yaitu warna biru dan biru tua. Foto profil fanpage B Channel pun kini backgroundnya warna ungu. Puncak dari semua ini adalah akan dilaksanakannya Grand Launching Langit Rajawali pada tanggal 3 Mei nanti mulai pukul 19.00 WIB. Apakah ini pertanda B Channel akan melakukan perubahan nama dan logo?

Sebenarnya banyak pemirsa setia B Channel, termasuk saya, yang menyayangkan hadirnya program infotainment, hard news, dan FTV dan menggantikan beberapa progam unggulan B Channel, termasuk Kera Sakti, yang tiba-tiba dibilang sudah episode terakhir di fanpasge Facebook B Channel.
Saat KompasTV dan NET. menyuguhkan tayangan antimainstream dengan menayangkan bebebrapa "program sehat" yang aman untuk keluarga, B Channel yang sudah menyuguhkan tayangan anti mainstream dengan program inspiratifnya malah menayangkan program-program mainstream. Entah apa yang ada di benak B Channel? Apakah ini gara-gara keputusan pemilik saham? Semua hal ini menimbulkan sebuah pertanyaan besar, ada apa dengan B Channel?

Apakah langkah yang diambil B Channel ini untuk tetap bertahan di saat stasiun televisi berjaringan lainnya, seperti KompasTV dan NET., hadir memberi tayangan yang sama-sama antimainstream? Apakah justru langkah ini dilakukan karena persaingan dengan stasiun TV nasional yang sudah ada? Menurut saya B Channel melakukan sesuatu yang aneh, jika pertanyaan kedua barusan dijawab dengan YA.

Namun, semua hal tadi meruncing pada satu nama baru, RTV. Katanya, ini adalah nama baru B Channel yang akan dilaunching (atau lebih tepatnya dilaunching ulang) saat Grand Launching Langit Rajawali ini. Apa nama ini berkaitan erat dengan RCTI (Rajawali Citra Televisi Indonesia)? Kemungkinan besar tidak karena nama RCTI diambil dari nama perusahaannya, PT. Rajawali Citra Televisi Indonesia. Sedangkan nama perusahaan B Channel yang terdaftar di Kemenkumham (Kementerian Hukum dan HAM) adalah PT. Metropolitan Televisindo. Mungkin, perubahan nama ini untuk mempertegas kepemilikan saham B Channel oleh Rajawali Corpora, pemilik saham sekaligus pendiri Televisi Nusantara, cikal bakal B Channel.

Katanya, perubahan nama B Channel ini juga mempengaruhi nama TV lokal anggota jaringan B Channel Network, seperti CTChannel Bandung, TVN Cikarang, NDTV Malang, CNTV Medan, dll. Kecuali TVKU Semarang, yang memang sedang "dikarantina" oleh KPID Jawa Tengah agar tidak merubah namanya meskipun telah menjadi anggota televisi berjaringan. Mungkin saja namanya nanti akan menjadi RTV + nama daerah, seperti yang dilakukan KompasTV terhadap TV lokal anggota jaringannya.

Saat saya menelusuri 2 buah link website yang berhubungan dengan Langit Rajawali ini, www.rtv.co.id dan www.rajawalitv.com , semuanya menampilkan satu gambar, yaitu gambar promosi Grand Launching Langit Rajawali. Mungkin 2 website tadi merupakan calon website baru bagi B Channel setelah berubah nama nantinya.

Jika perubahan nama B Channel ini nantinya berpengaruh terhadap konten siaran, sehingga program-program B Channel yang dikenal anti mainstream menjadi program-program mainstream yang sudah ada di stasiun TV nasional, hal itu bisa dibilang merupakan suatu kemunduran dalam dunia pertelevisian Indonesia. Hal ini membuktikan bahwa di Indonesia, rating dapat mengalahkan apapun, mulai moral, norma, bahkan inovasi dan kreatifitas stasiun televisi. Semoga hal tersebut tidak terjadi.

Salam Pertelevisian Indonesia
Simak penelusuran TeddyTV selanjutnya dalam posting "Apa itu Langit Rajawali B Channel?"

Teddy S. Apriana

Seorang penyuka komputer, pegiat pers mahasiswa, dan analis televisi yang nyasar ke dunia mekatronika. Saat ini bekerja sebagai Electrician dan Content Writer. Diskusi soal TV dan Komputer? Add Line saya di @teddy.s.apriana dan Instagram @teddytv39 (;

1 komentar:

  1. bung tedi, dulu b channel sempat buka tivi lokal di jayapura, namun nggak tau kenapa kok tiba-tiba mati suri...sayang sekali

    ReplyDelete

Total Kunjungan

Arsip Blog