Teropong

Feature

Infografik

Opini

Visual

Anda lagi di

Perubahan Nama SindoTV Menjadi iNewsTV, Tidak Bermanfaat?

Pada bulan April lalu, MNC membuat sebuah kejutan. SindoTV, stasiun TV berjaringan milik MNC Media, mengubah nama dan logo mereka menjadi iNewsTV dalam acara iNews Maker 2015. Hary Tanoe, CEO MNC, yang berpidato dalam acara tersebut, mengatakan bahwa iNewsTV adalah stasiun TV berita yang inspiratif dan informatif untuk masyarakat Indonesia, sesuai slogannya "Inspiring and Informative."

Sekilas, kita teringat dengan slogan KompasTV dengan Inspirasi Indonesia dan B Channel (sekarang RTV / Rajawali Televisi) dengan Inspirasi Anda. Hary Tanoe mengatakan bahwa iNews adalah singkatan dari Indonesia News, namanya mengingatkan kita dengan nama gadget keluara Apple, seperti iPod, iPhone, dan Ipad. Dia juga mengatakan bahwa iNewsTV tidak akan digunakan untuk keperluan Partai Perindo, partai yang dibentuknya tahun lalu setelah tidak maju menjadi calon wakil presiden bersama capres Wiranto dan kalahnya Prabowo dalam Pilpres 2014 lalu.

Sekarang kita lihat apa perkembangan yang dicapai oleh iNewsTV setelah sebulan berganti nama. Kita lihat dari segi jenis program. Program berita di iNewsTV saya akui lebih banyak ketimbang saat masih bernama SindoTV. Bahkan jam 4.30 WIB, sudah ada program berita First News, meskipun program berita pagi utamanya baru ada jam 6.00 WIB (iNews Pagi). Walaupun, beberapa program di luar berita, seperti olahraga dan entertainment, masih ada. Namun tidak sebanyak dulu. Program-program di luar program berita (ataupun sejenisnya) adalah UFC (Unity Fighting Championship), dan Asian Next Top Model Season 3, yang merupakan konten dari luar (Asian Next Top Model Season 3 adalah program produksi Star World Asia yang ditayangkan juga di stasiun TV di beberapa negara di Asia).

Lalu kita perhatikan dari segi konten berita. Jika kita perhatikan lebih dalam lagi, hampir tidak ada perbedaan antara program berita SindoTV dan iNewsTV. Kualitas beritanya masih sama, cara penyampaiannya masih sama. Perubahan hanya terdapat pada newstickernya (teks berjalan di bawah layar yang isisnya sekilas berita) yang lebih banyak beritanya, ketimbang zaman SindoTV dulu.
Oh iya, ngomong-ngomong pembaca posting ini udah tau iNewsTV belum? Kok tiba-tiba ada sih.... Oke saya jelaskan sejarah singkatnya dari TV berita ini. Jadi, iNewsTV itu nama awalnya adalah SUN TV yang nama perusahaannya PT. Sun Televisi Network (sekarang nama perusahaannya masih seperti itu). Hah, apalagi itu SUN TV? Jadi, SUN TV itu adalah stasiun TV yang hanya tersedia di tv berbayar milik MNC (Indovision, Top TV, dan Oke Vision) namun menjadi pelopor dalam siaran berjaringan di Indonesia, seperti yang diamanatkan dalam UU Penyiaran. Dulu logonya identik dengan warna jingga, tidak seperti logo media milik MNC lainnya yang identik dengan biru tua. Nama SUN TV kurang dikenal oleh masyarakat karena logo SUN TV di TV terestrial tertutup oleh logo stasiun TV lokal yang menjadi anggota jaringan SUN TV (Kalo di Kota Bandung, logonya tertutup logo IMTV).

Setelah lama-kelamaan, SUN TV berubah nama menjadi SindoTV, yang berada di bawah naungan Sindo Media, yang juga berada di bawah naungan MNC Media (Anda bingung? Sebenarnya ini ga terlalu membingungkan). Perubahan nama ini juga bersamaan dengan perubahan logo dari stasiun TV lokal anggota jaringannya, kecuali beberapa TV lokal tertentu seperti Minang TV dan L-TV Lampung. Meski sudah berubah nama, SindoTV masih terkesan malu-malu untuk memperkenalkan namanya ke publik. Baru pada tahun kemarin, SindoTV resmi memperkenalkan diri sebagai TV berjaringan dengan cakupan terluas di Indonesia. Belum lama memperkenalkan diri secara resmi, SindoTV malah berubah nama kembali menjadi iNewsTV dengan konsep sebagai TV berita.

Kita kembali ke topik utama. Perubahan nama iNewsTV ini bisa dikatakan tidak terlalu berpengaruh untuk sekarang ini, karena iNewsTV harus bersaing ketat dengan TV berita yang sudah ada, seperti MetroTV, tvOne, KompasTV, BeritaSatu TV, dan MNC News (stasiun TV berita MNC yang hanya ada di TV berbayar MNC. Yah bisa dibilang bersaing dengan kawan sendiri). Itu artinya, iNewsTV harus berjuang dari nol kembali untuk bisa bersaing dengan stasiun-stasiun TV tersebut.
Selain itu, perubahan konsep SindoTV dari awalnya TV untuk keluarga menjadi TV berita seakan mubazir. Karena MNC Media sendiri sudah punya 3 stasiun TV FTA (Free to Air) yang masing-masing memiliki redaksi pemberitaan, dan 1 stasiun TV in-house dalam TV berbayar MNC Media (Indovision, Oke Vision, dan Top TV) yaitu MNC News.

Mungkin saja, perubahan nama dan konsep tersebut akan berpengaruh dalam Pemilu 2019 nanti? Entahlah, kita lihat saja pemberitaan iNewsTV mulai tahun ini hingga menjelang Pemilu nanti.

Teddy S. Apriana

Seorang penyuka komputer, pegiat pers mahasiswa, dan analis televisi yang nyasar ke dunia mekatronika. Saat ini bekerja sebagai Electrician dan Content Writer. Diskusi soal TV dan Komputer? Add Line saya di @teddy.s.apriana dan Instagram @teddytv39 (;

2 komentar:

Total Kunjungan

Arsip Blog