Teropong

Feature

Infografik

Opini

Visual

Anda lagi di

"Oleh Perindo, Jayalah Indonesia!"

Oke, posting ini bukan pesanan partai yang dibentuk oleh CEO MNC, Hary Tanoesoedibjo. Judulnya memang sengaja mengambil dari lirik Mars Perindo, mars partai di Indonesia yang sedang "hits" saat ini. Hits di sini bukan karena disukai oleh masyarakat Indonesia, tetapi karena (terlalu) sering diputar di media-media milik MNC, baik 4 televisi free-to-air (FTA), dan juga media elektronik lainnya yang dimiliki MNC.

Beberapa bulan yang lalu, Partai Perindo (Persatuan Indonesia) mengeluarkan mars kebanggaan mereka yang hanya bisa dilihat di media-media milik MNC. Bahkan, hingga post ini diterbitkan, mars tersebut masih berkeliaran di TV-TV milik MNC (RCTI, GlobalTV, MNCTV, dan iNewsTV). Terlalu berlebihannya mars ini diputar membuat resah masyarakat. Sayangnya, pihak terkait, baik KPI, KPU, Kemenkominfo, dan Pemerintah, seakan tidak menggubris keluhan masyarakat tersebut. Sehingga, masyarakat hanya bisa mengeluhkan keresahannya melalui media sosial dan forum terkemuka. Sudah banyak juga meme yang menyindir "over-tayang"-nya mars Perindo ini. Masalah yang paling banyak dibahas di media sosial dan forum tersebut terfokus pada masalah anak di bawah umur yang sudah hapal mars Perindo. Tetapi konyolnya, Partai Perindo malah mengapresiasi anak-anak yang hapal mars Perindo ini. Bahkan, saluran anak in-house Indovision pun, yaitu Kids Channel (dulu MNC Kids), juga menayangkan mars ini. Seakan Partai Perindo sengaja untuk "mendidik" anak-anak Indonesia agar memilih Partai Perindo.

Tayangnya mars Perindo ini di TV juga membuktikan bahwa janji Hary Tanoesoedibjo untuk tidak memakai media yang dimilikinya untuk kepentingan partai menjadi tercoreng.

Berdirinya Partai Perindo oleh bos media ini mengingatkan kita akan Partai Nasdem, partai yang didirikan oleh Surya Paloh, CEO Media Group, yang menaungi Media Indonesia dan MetroTV. Dan kasusnya juga hampir sama dengan Partai Perindo ini, dimana mars Nasional Demokrat (cikal bakal Partai Nasdem) juga diputar di MetroTV, Tetapi, karena desakan beberapa pihak waktu itu, mars ini hanya diputar beberapa lama saja. Berpindah haluannya Nasional Demokrat dari organisasi pergerakkan menjadi partai politik pun juga menjadi salah satu penyebab mars ini tidak diputar lagi. Meskipun secara pribadi, saya lebih suka mars Nasional Demokrat ketimbang mars Partai Perindo dari segi videografinya.

Jadi, kita lihat saja pergerakkan partai Perindo ini, terutama menjelang tahun 2019 dimana Partai Perindo sendiri sudah mengusung ketua umumnya, yaitu Hary Tanoe sendiri, menjadi calon presiden 2019-2024. Semoga pemerintah segera melakukan tindakan terkait aksi kampanye di luar waktunya ini.

Teddy S. Apriana

Seorang penyuka komputer, pegiat pers mahasiswa, dan analis televisi yang nyasar ke dunia mekatronika. Saat ini bekerja sebagai Electrician dan Content Writer. Diskusi soal TV dan Komputer? Add Line saya di @teddy.s.apriana dan Instagram @teddytv39 (;

1 komentar:

  1. Huh, entahlah si cina ini PD banget. Sampe waktu dia diwawancara ttg kasus mobile-8 setelah pemeriksaan, dgn PD nya dia bilang "Saya yakin, saya tidak bersalah dan tdk akan menjadi tersangka". Begitu yakinnya dia membuktikan ada mafia2 besar yg tak kita sangka2 ternyata melindungi para singkek2 konglomlarat ini.. bahkan yg saya heran, iklan perindo ini tayang minimal 2x tiap penanyangan acara, tetapi minim kritikan dari pemerintah, sdgkan saat iklan2 waktu zaman pilpres 2014 lalu, metro tv & tv one dikritik habis2an terutama oleh KPI..
    entahlah, kalo sudah jadi duit gak akan kemana..

    ReplyDelete

Total Kunjungan

Arsip Blog